Jumat, 01 Mei 2020

Mengkritik presidennya TKW Taiwan ini diminta dideportasi Oleh Negaranya, Namun Dibela oleh Taiwan karena Dianggap kebebssan Berbicara

Ada kasus baru baru ini di Taiwan, dimana seorang TKW asal Filipina membuat siaran langsung di facebook untuk mengkritik presidennya, Duterte, Namun dalam video itu ia dinilai menggunakan bahasa dan gerakan yang tidak sepantasnya hingga membuat pejabat Filipina menjadi geram.


Dalam Video siaran langsung nya yang berdurasi 3 mnit ia mengatakan kepada presiden nya terkait lockdown di Filipina.  "Tuan Presiden, apakah anda pikir orang orang akan mati karena Virus?  TIDAK! Tetapi mereka akan mati karena kelaparan!
Ucapannya sambil mengetuk ngetuk meja dngan penuh energi dan semangat. 

Kemarahannya ini terkait dengan adanya aturan ketat di Filipina, sehingga keluarga kesulitan menerima pengiriman uang dari Taiwan.

Karena kemarahan ini Ia berusaha mengajak orang lain untuk tidak terlalu patuh kepada Presiden Duterte.

Setelah video nya beredar luas di jejaring Sosial, ia langsung dicari oleh pejabat pemerintah Filipina untuk menghapus Video nya dan meminta pemerintah Taiwan untuk Mendeportasinya.

Namun, Departemen Tenaga Kerja Taiwan, menakan kan bahwa Taiwan adalah negara yang memiliki kebebasan dalam berbicara, dia tidak melanggar hukum Republik   Tiongkok. Sehingga Departemen akan melindungi Hak hak kerjanya dan tidak akan memulangkannya.

Menurut Departemen Tenaga Kerja Taiwan, mereka tidak akan Mendeportasi atau memulangkan pekerja Asing kecuali pekerja tersebut melakukan suatu hal yang ilegal.
Sementara pekerja tersebut  masih memiliki masa kerja 2 Tahun lagi.

Pada hari yang sama, Asosiasi Perlindungan Hak Pekerja Migran atau Migrante 
Internasional datang untuk membela TKW yang bekerja di Daerah Yunlin tersebut. 


MOFA, pada hari Senin juga mengatakan bahwa "Taiwan adalah negara yang berdaulat, mandiri, dan dimana para pekerja Asing menikmati perlakuan sebagai warga negara yang layak. Dan hak hak mereka serta kepentingan mereka dilindungi oleh undang undang yang relevan. Termasuk kebebasan Berbicara.


Sumber: Yahoo. Taiwan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar